Sinetron Sebagai Pemersatu

sekali  lagi tulisanku ga diangap oleh redaksi mojok,jadi ya dengan sedikit galau ku post disini saja.

Setiap hal didunia ini memiliki dua sisi,selayak uang koin.
Begitu juga dengan sinetron,ya sinetron yang selama ini disebut sebagai salah satu yang berdampak buruk bagi generasi harapan bangsa.

Di negara kita yang tercinta ini ada dua kubu,pro dan kontra sinetron.
Emak emak, para mahmud juga para abg labil selama ini biasanya ada dikubu pro sinetron,dan untuk memenuhi hasrat kaum pro sinetronlah stasiun tv swasta ramai ramai mengimpor sinetron dari luar negeri seakan belum cukup hanya dengan produk dalam negeri.

Sementara itu,kubu yang kontra dengan sinetron selalu berkoar kalau sinetron itu berpotensi merusak moral dan lain sebagainya,pokoknya bagi mereka sinetron itu tidak lebih baik dari kartun dan sebangsanya,emang iya ??.

Kalau aku selama ini selalu memposisikan diri dipihak yang netral dan objektif,karena tidak bisa dipungkiri kalau tidak semua sinetron itu tidak bermutu,ada beberapa judul sinetron yang menurutku cukup baik dalam memotret kehidupan bangsa ini secara seimbang.

Nah…dalam konteks sinetron sebagai pemersatu,selama ini aku rasakan berlaku dilingkunganku.
Kebetulan saat ini aku sedang mondok di pondok mertua yang tak selalu indah,dan para tetangga sekitar selalu berkumpul dan bersatu karena sinetron.

Sinetron disalah satu stasiun tv milik ketua umum salah satu partai baru itu yang selama ini bisa mempersatukan para emak emak dan juga bapak bapak pecinta sinetron,sembari mereka menikmati sinetron kesayangan mereka itu,mereka saling berbagi tentang bagaimana merawat tananam,ternak,
bahkan anak anak mereka,
maklum warga eks transmigran yang dibahas ya ga jauh jauh dari keseharian mereka.

Aku sebagai si netral ya kadang terpaksa nimbrung dalam kegiatan menikmati sinetron, walau aku akan lebih antusias kalau nonton siaran langsung Manchester United versus para penghuni BPL,tapi ya bagaimana lagi wong kami ga berlanganan tv kabel kok.

Dan pada akhirnya apa yang ada didunia ini memiliki sisi positif terlepas dari  semua pro dan kontra yang ada.
Pokoknya selamat menikmati layar tv anda deh,remote mana  ya ….???

Iklan

Celoteh di Time Line Twitter (repost)

Tulisan ini pernah diposting ke blogku terdahulu…..

1.Tuhan itu satu….tapi DIA
membiarkan manusia
menamai-NYA sesuai dgn
agama masing2….iya ga
sih???

2. kata alm bapak….agama itu
“ageman” ….

3. “ageman” dlm bhs Jawa
artinya “pakaian”

4. kesimpulanya agama itu ada
supaya manusia tidak
TELANJANG.

5. orang Jawa sering menyebut
Tuhan Gusti Pangeran….kok
bukan Raja yah???

6. ternyata oh ternyata kata
“Pangeran” itu akronim dari
kata “Pangengeran”

7. kata dasar “Pangengeran”
adalah “Ngenger” yg bisa
diartikan HAMBA

8. kesimpulannya Tuhan adalah
Dzat manusia meng-HAMBA

Asal Usul Pohon Tembakau dan Rokok

Pernah suatu waktu aku terlibat dalam sebuah pembicaraan, walau sebenarnya aku lebih banyak diam dan menyimak.
Kala itu seusai tahlilan dikamar tetangga kost yang kebetulan sekampung.

Awalnya perbincangannya mengenai batal tidaknya puasa seorang wanita kalau mereka berdarah ,yang tentunya blm akan ku ceritakan via tulisan ini.

Salah satu peserta tahlilan yang kebetulan beliau jadi imam tahlilan itu bicara ngalor ngidul dan akhirnya beliau menceritakan asal usul pohon tembakau versi beliau (untuk versi asli silakan pembaca yang budiman bertanya pada mbah gugel),dan mengapa hampir seluruh lelaki didunia ini pernah mencoba merokok dan banyak yang menjadi perokok aktif dikemudian hari.

Alkisah,disebuah desa pada waktu lampau hiduplah sepasang suami istri yang belum dikaruniai seorang anak.
Karena begitu besar rasa cinta mereka,mereka berjanji untuk selalu bersama,pokoknya mereka ga akan terpisahkan.

Nah… pada suatu ketika Sang istri sekarat,disela sela helaan nafas terakhirnya Sang istri berwasiat kepada suaminya agar menguburkan jasadnya dibukit dekat rumah mereka,dan pada hari ketujuh barulah Sang suami boleh mengunjungi makamnya.

Singkat kata singkat cerita aku dan dia jatuh cinta eh malah nyanyi,pada malam ketujuh selepas penguburan Sang istri,si duda bermimpi bertemu dengan Sang istri,dalam mimpinya Sang istri berkata agar esok hari ketika mengunjungi makamnya apabila ada tumbuhan diatas makamnya,maka itulah perwujudan dari cinta dan janji Sang istri.

Keesokan harinya duda malang tersebut  menemukan tumbuhan diatas makam istrinya,dicabutlah tumbuhan itu dan dibawa pulang dengan langkah gontai,sampai dirumah dirajanglah daun tumbuhan itu kemudian dijemur,
setelah kering tanpa sengaja si duda malang membakar sejumput daun yg kering tersebut,seketika aroma khas tembakau tercium dan nikotin yang terhirup membuat efek yang dahsyat.

Selang beberapa hari kemudian si duda mendapatkan ide cemerlang, dilintinglah rajangan daun kering tersebut dengan kulit jagung kering kemudian disulut dan dihiruplah asap rajangan daun itu(dalam kehidupan nyata ada rokok GG klobot yang dilinting mengunakan kulit jagung kering,aku pernah lihat sekali),maka terciptalah sudah apa yang sekarang kita kenal dengan rokok.

Nah itulah mungkin salah satu alasan mengapa banyak lelaki yang jatuh cinta dan tergila gila pada rokok,mungkin karena pohon tembakau sebagai cikal bakal rokok adalah perwujudan dari cinta dan janji setia seorang wanita pada lelakinya.

Jadi…,bagaimana menurut anda ??

nb:tentang kebenaram cerita ini  hanya bapak yang menceritakan dan Tuhan sajalah yang tahu pasti.

Sebuah Sesal (Jangan Pernah Memutus Silaturahim)

Tempo hari,ketika mengikuti kultwit om eae tentang silaturahim/silaturahmi yang diserap dari bahasa Arab sillah ar-rahim (Shillah),yang artinya hubungan rahim;tali kasih sayang,aku jadi teringat sebuah kisah yang terjadi sekira setahun yang lalu.

Alkisah,sore itu aku pulang dari offload hsd dan kebetulan dikotaku sedang ada perayaan hari jadi kabupaten Seram Bagian Timur,jadi karena sore itu ada karnaval budaya terhalanglah perjalanan pulangku  oleh rombongan karnaval tersebut.

Saat aku sedang menunggu karnaval tersebut usai,tiba-tiba ada sebuah tepukan dipundak yang mengagetkan,dan ternyata tepukan itu berasal dari sosok astral teman lama zaman smp yang sudah 17 tahun tidak sua.

Kami berdua mengobrol layaknya para teman lama yang lama tak sua,obrolan kami bermula dari bertanya kabar masing masing sampai jumlah anak dll,pada suatu titik obrolan akhirnya dia curhat tentang istrinya yang terlalu dominan.

Dan satu hal yang membuat aku tercekat adalah pengakuan temanku itu yang ingin kabur,melarikan diri dari kungkungan istrinya,kemudian temanku itu meminta aku untuk mencarikan info tentang moda transportasi dari Bula ke Ambon yang akan digunakannya kabur.

Permintaan itu kusanggupi tanpa berpikir panjang,dan selang dua hari kemudian aku memberikan informasi tentang moda transportasi pada temanku itu via pesan singkat,isinya seperti ini ;
M,besok sore,350″ ,artinya moda transportasi tersebut Mobil,berangkat besok sore,harga tiket rp.350.000,-
dibalas dengan
ok pot,dangke banya banya lai”
setelah itu aku putus komunikasi dengan teman tersebut sampai saat tulisan ini ku post.

Entah apakah temanku itu benar kabur meninggalkan anak istrinya,kalau benar maka aku adalah  salah satu penyebab putusnya silaturahim antara seorang anak dan bapak,sungguh kejam diriku.

Dan hal ini sangat mengganggu pikiranku beberapa waktu belakangan,karena aku tahu tidak ada seorang anak pun yang ingin berpisah dari orang tuanya,apalagi saat itu anak tersebut masih balita yang memang sedang sangat butuh curahan kasih sayang dari kedua orang tuanya.

Semoga saja Allah menngampuni dosaku ini, amin .

wcp

Menangis Adalah Perlawanan

Menangislah….
Bila harus menangis…
Karena kita semua manusia….

Ya…..karena kita manusia,maka menangis adalah hal yang sangat wajar.
Menangis itu ambigu,multi tafsir.
Menangis bisa karena berduka ataupun ketika sangat bahagia.

Tapi kalau buat anak seusia anakku,menangis adalah bentuk perlawanan,mereka para balita sungguh mahluk yang sangat pandai mengunakan tangisan untuk menolak apa yang tidak mereka sukai.

Salah satu contoh ketika mereka sedang asyik bermain dan disuruh mandi mereka akan menangis,saat mereka menolak dengan kata tidak mempan mereka akan menangis,
menangis,dan menangis.

Dan itulah bentuk perlawanan  mereka,lalu apakah kita orang yang lebih berumur bisa dan patut menjadikan tangis sebagai bentuk perlawanan ?,
tanyakan saja pada desau angin lalu.

wcp